Open Contracting Asia Regional Meeting 2015

Kota Bandung bersama LKPP mewakili Indonesia untuk menghadiri Open Contracting Asia Regional Meeting pada tanggal 18 Mei 2015 - 21 Mei 2015 di Public Procurement Service Training Center, Gimcheon Korea Selatan.
 
Perjalanan dilakukan dari Bandung menuju Jakarta, Jakarta ke Korea selama 7-8 Jam perjalanan udara dilanjut dengan perjalanan darat selama 4 jam dari Incheon (Seoul) ke Gimcheon akhirnya sampai di Public Procurement Service Training Center (LKPP nya Korea Selatan).
 
Cuaca di Korea (Seoul, Gimcheon) terasa familiar dengan kota Bandung, karena saat itu sedang musim panas. Yang membedakan udara disana sangatlah bersih, dengan tidak terlalu padatnya kendaraan yang memberikan kontribusi polusi udara seperti halnya di kota besar di Indonesia. Hal ini yang membuat kita perwakilan Indonesia sangatlah nyaman dalam melakukan diskusi Open Contracting.
 
Atas inisiasi World Bank dengan Open contractingnya (http://open-contracing.org) diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh Indonesia dengan Kota Bandung sebagai pilot projectnya. Inti dari open-contracting itu sendiri adalah keterbukaan informasi dalam hal transparansi, akuntabilitas yang berkaitan dengan kontrak yang berhubungan dengan pengadaan barang/jasa pemerintah.
 
Dalam hal ini kota Bandung dengan BIRMS nya telah melakukan keterbukaan informasi yang berkaitan dengan kontrak baik melalui lelang umum maupun pengadan/penunjukan langsung.
 
Bersama dengan berbagai negara lain perwakilan Indonesia, Philipina, Vietnam, Mongolia, Hungaria dan Korea Selatan sebagai nara sumber saling berbagi dalam hal pengadaan barang/jasa baik yang telah dilakukan maupun yang belum dilakukan. Hal ini merupakan sebuah langkah maju dalam pencegahan korupsi di berbagai negara pada saat ini. 
 
Diskusi selama 4 hari dipandu oleh Manis (India) yang melakukan tahapan sebagai berikut:
  1. Introduction
  2. Sensing
    • Assesments
    • Overview
    • Current reality
    • Best Practices
    • Challenges
  3. Reflecting
    • Shared Vision
  4. Co-creating
    • Priorities
    • Action Planning
  5. Making It Happen !
 
Diskusi tersebut dilakukan oleh Manis dengan sangat menyenangkan sehingga waktu 4 hari di Gimcheon-si tersebut tidak terasa membosankan. Dengan cara yang fun, menggunakan berbagai kertas berbentuk segi enam berwarna, ditambahkan dengan permainan membuat maket sederhana menggunakan berbagai bahan yang telah dipersiapkan oleh Manis. Waktu 4 hari terasa sebentar.
 
Dimana hasil yang didapat dari pertemuan tersebut memberikan beberapa point utama dalam merealisasikan open-contracting di negara berkembang seperti Indonesia. Adapun Action Plan yang akan dilakukan oleh Tim dari Indonesia antara lain terdapat dalam 4 point berikut ini:
  1. Integrating Local Government and LKPP Data (e-budgeting/SIMDA and online Procurement Plan/SIRUP)
  2. Integrating existing LKPP's data SIRUP LPSE
    • Piloting Data Integration in Bandung city (At BPSDA Bandung):
      • Prepare Interchangeable template/format (SIMDA, BIRMS and SIRUP)
      • Capacity Building and facilitaion for data processory operator (76 SKPD)
      • Tempate Format Testing
  3. Reviewing existing regulations to incorporate Open Contracting
  4. Enhancing Participation through disclosure of Information 
Dan diharapkan di akhir 2016 dapat terlaksana sesuai dengan kondisi yang ada di kota Bandung. Mohon dukungan, doa dan restunya.
 
Go Bandung Juara !!!