BIRMS di daulat wakil kota untuk Open Contracting di Indonesia

Pada tanggal 6 Mei 2015 di Crowne Hotel, Jakarta telah dilakukan laporan hasil assesment Open Contracting yang diinisiasi oleh World Bank pada 27 April - 5 Mei 2015. Berbagai metode yang telah dilakukan oleh World Bank Group antara lain adalah sebagai berikut:
  • Assesmen peraturan dan kerangka regulasi
    • Hukum, keputusan, edaran dan keputusan
  • Wawancara dengan stakeholder
    • Public sektor:
      • LKPP (Kebijakan, eProcurement, monev)
      • Bandung (ULP & PPK) <-- BIRMS termasuk didalamnya
      • ULPs & PPK (Transportasi, MOF DG-Pajak, LKPP)
      • MOF (SPAN, Inspektorat Jenderal, LPSE)
      • BPKP
    • Aktivis Masyarakat
      • Indonesia Procurement Watch, Indonesia Corruption Watch, B- Trust, Asia Foundation, Web Foundation
Dari berbagai temuan dalam assesment tersebut terdapat berbagai issue dan rekomendasi yang cukup menarik dalam memajukan Republik Indonesia pada umumnya. Dimana kota Bandung merupakan salah satu kota yang mengumumkan penunjukan dan pengadaan langsung melalui BIRMS dan direkomendasikan oleh World Bank untuk di uji coba open contracting di kota Bandung.
 
Langkah berikutnya yang akan dilakukan antara lain:
  • Ulasan konsultasi Temuan Pengkajian antara LKPP Direktorat (Kebijakan, eProcurement, monev, Kerjasama Internasional, dan Penyelesaian Perselisihan), Kota Bandung, IPW, ICW dan mitra terkait lainnya
  • Draft Action Plan Project Percontohan Open Contracting
  • Pelaksanaan Action Plan dengan dukungan teknis World Bank (durasi 8-16 bulan)
  • Hasil Dokumen dan Showcase (2016/2017)

Kita patut bersyukur atas hasil kerja keras SKPD di seluruh Kota Bandung hal ini dapat terwujud menjadi proyek percontohan untuk Indonesia, dan ini merupakan sebuah kesempatan untuk melangkah pada step berikutnya dalam mewujudkan BIRMS menjadi lebih baik dan diakui secara Nasional maupun Internasional.

Go BIRMS - Gooo...
 
Berikut foto-foto pertemuan Indonesia Open Contracting Assesment